News

Sukses Melantai di BEI, Run System akan Segera Ekspansi

Diposkan

Setelah mengadakan “Public Expose: Penawaran Umum Perdana Saham PT Global Sukses Solusi, Tbk” pada 20 Agustus 2021 silam, Run System akhirnya resmi melantai di bursa hari Rabu (8/9) pekan lalu. Startup binaan Indigo tahun 2014 ini mencatatkan sahamnya pada Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan kode emiten RUNS— menjadikannya tidak hanya sebagai perusahaan informasi dan teknologi keenam di Indonesia yang terdaftar sepanjang tahun 2021 ini, tapi juga startup Indigo pertama yang sukses melakukan Initial Public Offering (IPO).

Startup yang bergerak di industri Enterprise Resourse Planning (ERP) ini awalnya menawarkan 196.800.000 (seratus sembilan puluh enam juta delapan ratus ribu) saham dengan harga Rp254 per sahamnya. Namun, antusiasme publik dalam menyambut emiten RUNS ini cukup tinggi, hingga akhirnya terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak 21 kali dari pooling atau sembilan kali dari total emisi saham perseroan dan nilai sahamnya pun melejit 9.45 persen, menjadi Rp278 per saham.

Disebutkan oleh Sony Rachmadi Purnomo selaku Direktur Utama Run System, bahwa rencana Run System terdekat setelah sukses melantai ini adalah menjalankan beberapa aksi ekspansi untuk memperluas segmen baru melalui pengembangan produk— salah satunya micro point of sales yang ditujukan untuk bisnis UKM. Nantinya, produk ini dapat menghubungkan antara klien Run System di bidang ERP dengan para pelaku bisnis UMKM sebagai bentuk pengembangan lebih lanjut produk RUN Market, yakni platform ERP untuk segmen bisnis menengah. Strategi ini diperkirakan memakan biaya hingga 11% dari dana hasil IPO.

Market acquisition and expansion nantinya akan digunakan untuk memperluas pasar pengguna RUN System untuk cakupan industri-industri baru di luar 12 industri yang telah menjadi pengguna RUN System itu sendiri,” jelas Sony.

Sony juga optimis Run System punya peluang besar untuk terus berkembang di tengah tingginya adopsi pemanfaatan layanan digital bagi perusahaan dari beragam skala bisnis baik kecil hingga besar. Terutama menilik kolaborasinya dengan PT Telkom Indonesia, Tbk dalam menciptakan ekosistem digital bussines proces dalam tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Suka tidak suka, program pemerintah membantu performa bisnis kami. Bayangkan ada 600 BUMN, anak dan cucu BUMN di mana mereka juga memiliki mitra juga. Itu banyak yang kemudian ter-drive untuk mengadopsi digitalisasi. Kami optimistis beberapa tahun ke depan, beberapa tahun ke depan prospeknya akan sangat menarik,” imbuhnya.

Melalui berbagai layanan yang ditawarkan, Run System telah membantu mengelola bisnis klien-kliennya dengan total nilai proses bisnis mencapai Rp 13 triliun/tahun dengan lebih dari 30.000 karyawan terproses. Pengoptimalan proses bisnis tersebut dirasa Sony bisa menjadi sebuah peluang besar yang dapat didorong inovasinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *