News

Sepak Terjang Run System Setelah Melantai di Bursa

Diposkan

Sejak mencatatkan emiten sahamnya di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 September 2019 silam, Run System tiada hentinya menunjukan keseriusan komitmennya untuk terus berekspansi dan berkembang di tengah tingginya adopsi pemanfaatan layanan digital. Setelah berkolaborasi dengan PT Jababeka Infrastruktur, startup binaan Indigo tahun 2014 ini kembali mengumumkan sejumlah kerja sama strategis dengan pihak-pihak di sektor logistik, pariwisata, hingga konstruksi melalui implementasi dari sistem Enterprise Resources Planning (ERP) yang diusungnya.

Giovanni Henggar Setyantoro selaku Direktur PT Aviasi Jaya Indonesia (Avter) pada saat penandatangan kerja samanya dengan Run System berharap kolaborasi antara keduanya dapat menjembatani layanan pengiriman secara port to port dan mengembangkan ekosistem logistik bersama. Avter sendiri merupakan salah satu startup binaan Indigo tahun 2020.

“Kami mengembangkan booking system untuk layanan kargo, baik pesawat komersil maupun pesawat kargo.” ujar Giovanni.

Sony Rachmadi Purnomo (Presiden Direktur Run System) pun menyampaikan bahwa kerja sama tersebut dapat memperluas ekosistem Run System, terutama dengan adanya penambahan fitur serta layanan pada modul logistik dan distribusi dengan memanfaatkan ekosistem kargo dan logistik dari Avter juga MileApp. Run System sendiri pada Juni 2021 lalu telah berkolaborasi dengan MileApp, platform yang mengedepankan teknologi pada sistem navigasi dan adaptive workforce management.

Sementara itu dari sektor pariwisata, PT Taman Wisata Candi (TWC) kembali menggandeng Run System untuk mengoptimalkan daya guna dan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Sebelumnya, keduanya telah berkolaborasi dalam mengakselerasi transformasi digital di area wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sejak 2019 untuk memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Success story yang pernah terbukti pada kerja sama sebelumnya dengan pihak TWC menjadikan RUN System kembali dipilih sebagai partner dalam implementasi sistem yang dalam hal ini mencakup modul Financial & Cost Control (FICO), Inventory Material Management (IMM) dan Procurement Management System,” jelas Sony terkait implementasi Run System untuk TMII yang resmi dijalankan pada awal Oktober 2021 guna membantu pencatatan transaksi dan sumber laporan keuangan.

Dari sektor konstruksi, PT Yodya Karya mengungkapkan kebutuhannya akan sistem handal dan terintegrasi untuk dapat memantau perkembangan seluruh proyeknya yang tersebar di seluruh Indonesia secara real time. Maka dari itu Run System menyediakan sistem ERP miliknya untuk membantu menyajikan sistem informasi yang terintegrasi tersebut melalui implementasi modul keuangan (FICO), akunting, perpajakan serta konsolidasi data dari seluruh unit ke kantor pusat PT Yodya Karya. Selain itu, sistem tersebut juga dilengkapi dengan modul Sales Distribution dan Project System yang terintegrasi dengan seluruh proses pada fitur marketing dan produksi.

Dengan ini, harapannya sistem yang disiapkan oleh Run System dapat menjadi piranti digital yang mendukung digitalisasi dan meningkatkan performa PT Yodya Karya menjadi lebih efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *