News

Peta Persaingan 50 E-commerce di Indonesia Versi iPrice 2019

iPrice kembali merilis laporan Persaingan E-commerce di Indonesia Q3 2019. Ini untuk memberikan gambaran mengenai dinamika industri e-commerce dalam negeri. Perilisan ini sudah rutin dilakukan iPrice sejak awal tahun 2017 silam. 

Dalam setiap proses pengumpulan data, iPrice berkolaborasi dengan perusahaan analisis data Similar web untuk mengelola data rata-rata jumlah kunjungan bulanan situs web berbagai platform e-commerce. 

Mereka menghimpun data sejak Juli hingga September 2019, dari 50 perusahaan e-commerce yang beroperasi di Indonesia. Hal yang sama juga mereka lakukan di Q1 2019, meski terdapat sedikit perubahan algoritme di Similar Web. 

Dari laporan iPrice Q3 ini, ada beberapa temuan menarik yang bisa menggambarkan peta persaingan e-commerce di Indonesia, serta kondisi industrinya. Berikut selengkapnya; 

1. Masih didominasi lima nama besar

Laporan iPrice Q2 2019

Data yang dihimpun iPrice menunjukan tidak banyak perubahan untuk lima posisi teratas situs e-commerce dengan pengunjung bulanan terbanyak. Dari dalam negeri, nama-nama seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Blibli masih konsisten berada di lima besar.

Sementara untuk e-commerce dari luar Indonesia atau mewakili regional Asia Tenggara masih dikuasai oleh Shopee dan Lazada.

Yang menarik adalah Ralali. Mereka berhasil masuk ke 10 besar.  Ini merupakan pencapaian tertinggi Ralali sejak pertama kali masuk ke daftar e-commerce yang dilaporkan iPrice pada akhir 2018 lalu. Selain Ralali di posisi 10, JD.ID, Bhinneka, Sociolla dan Orami juga mengisi daftar 10 besar. 

2. Tokopedia kuasai 25 persen market share kunjungan desktop

laporan iprice | tokopedia

Tokopedia kembali menduduki peringkat pertama dengan rerata pengunjung situs web terbanyak pada Q3 2019 ini. Total rata-rata kunjungan bulanan versi desktop Tokopedia mencapai 65.953.400, atau sekitar 25 persen dari total keseluruhan pengakses e-commerce lewat desktop.

3. Shopee lanjutkan tren positif di Q3 2019

laporan iprice | Shopee-app

Pada Q2 2019 lalu, Shopee menjadi e-commerce dengan peningkatan yang paling signifikan dengan penambahan pengunjung hingga 16 juta. Shopee melanjutkan capaian positif tersebut di kuarter tiga ini dan berhasil menduduki peringkat kedua dengan menguasai 21 persen market share.

Angka tersebut meningkat 3 persen dibanding kuarter sebelumnya, di mana Shopee memegang 19 persen market share kunjungan e-commerce versi desktop. Menurut laporan iPrice, rataan pengunjung website Shopee pada Q3 2019 ini adalah 55.964.700.

4. Pasar sektor kecantikan kian matang

Ada dua nama e-commerce khusus kecantikan yang beroperasi di Indonesia, Sociolla dan Sephora. Keduanya sama-sama menunjukan pertumbuhan pengunjung yang positif.

Sociolla, sebagai e-commerce kecantikan lokal, mencatatkan angka pertumbuhan yang sangat tinggi jika dibanding tahun lalu (Q3 2018), yaitu sebesar 94 persen. Raihan itu membuat mereka berhasil duduk di peringkat delapan e-commerce dengan pengunjung desktop bulanan paling banyak kuarter ini, setelah sebelumnya berada di posisi sebelas.

Sementara e-commerce kecantikan asal Perancis, Sephora, naik delapan peringkat setelah sebelumnya berada di posisi 38. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Sephora berhasil meningkatkan jumlah pengunjung bulanannya sebesar empat belas persen. 

 5. Ada 16 e-commerce kategori fesyen di Indonesia

laporan iprice- hijup ap

Fesyen menjadi salah satu vertikal yang memiliki jumlah pemain paling banyak di peta kompetisi e-commerce dalam negeri.  Pada Q3 2019 ini laporan iPrice mengklasifikasikan ada 16 e-commerce kategori fashion yang saat ini eksis di Indonesia. Di antaranya adalah:

  • Zalora,
  • Sophie Paris,
  • Mapemall,
  • Berrybenka,
  • Hijup,
  • Bro.do,
  • Orori,
  • Maskoolin,
  • Tees, dan
  • 8Wood.

Zalora dan Sophie Paris masih menduduki peringkat teratas sebagai e-commerce fesyen di Indonesia, dengan total rata-rata kunjungan desktop bulanan masing-masing 2.804.100 dan 1.004.100. Sedangkan Hijup masih memimpin market share untuk e-commerce khusus muslim dengan total 227.100 kunjungan bulanan versi desktop.

Sumber : Tech in Asia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *