News

Pengguna Perangkat Mobile Indonesia Diprediksi Jadi Ketiga Terbesar di Dunia

Pertumbuhan konsumen “melek digital” atau digital savvy di Indonesia terus mengalami pertumbuhanJumlah pengguna internet yang mengakses dari perangkat mobile tergolong besar, hingga saat ini mencapai 171 juta orang. Sekitar 60 juta di antaranya adalah milenial yang mewakili lebih dari separuh total populasi pengguna internet Indonesia.

Terkait perkembangan tersebut, lembaga advokasi pemasaran digital Mobile Marketing Association (MMA), baru-baru ini memublikasikan laporan seputar ekosistem konsumen mobile Indonesia di tahun 2019.

Laporan tersebut memaparkan sejumlah temuan menarik yang dihimpun dari para mitra penyelenggara layanan over the top (OTT), digital marketing, maupun perusahaan teknologi besar seperti Google, Twitter, Facebook, Gojek dan sebagainya.

Dengan laporan ini, MMA berharap pihak pengiklan maupun kalangan pelaku pemasaran bisa lebih memahami kondisi mobile marketing di Indonesia. Apa saja temuan menarik yang dibahas MMA melalui laporan ini?

Pergeseran preferensi layar yang makin signifikan

Milenials | Featured

Menurut Program Director MMA Asia Pasifik, Azalea Aina, orang Indonesia menghabiskan lebih banyak waktu di depan ponsel dibandingkan penduduk negara lain. Melalui laporannya, MMA melihat bahwa di antara 2014-2019, telah terjadi perubahan cukup dramatis terhadap preferensi layar perangkat, yakni perpindahan akses internet dari laptop menuju ponsel.

Temuan ini diperkuat infografik Indonesia Market Snapshot 2019 yang memperlihatkan kenaikan signifikan terhadap akses internet berdasarkan device smartphone di Indonesia. Akses internet melalui smartphone disebutkan meningkat empat persen (dalam kurun waktu empat tahun) dari tahun ke tahun, dibanding melalui perangkat tablet dan PC/laptop yang terus turun sejak 2014 silam.

Temuan ini diklaim melintasi semua kelompok umur, sehingga tidak terbatas hanya pada kalangan milenial saja. “(Pada masa mendatang) fungsi sebuah komputer di Indonesia akan bergeser kepada smartphone … orang tidak perlu beli komputer lagi,” ujar Azalea ketika mempresentasikan temuan ini di hadapan awak media.

Indonesia sumbang pengguna produk internet baru

Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia diperkirakan bakal jadi negara pengadopsi smartphone terbesar ketiga di kancah global dengan estimasi jumlah pengguna mencapai 410 juta orang di 2025. Atas pencapaian tersebut, Indonesia akan mengikuti Cina (1,4 miliar) dan India (983 juta) sebagai tiga negara besar pasar smartphone secara global.

Saat ini dengan jumlah pengadopsi yang mencapai 171 juta orang,  pengguna smartphone telah menyumbang angka cukup tinggi terhadap akses internet di Indonesia. Berdasarkan penelitian Global Web Index yang dicantumkan pihak MMA, hampir 97 persen pengguna internet Indonesia memakai smartphone untuk bisa terhubung di internet.

Mengomentari kondisi ini, Azalea menjelaskan bahwa Indonesia belakangan ini mulai diperhitungkan sebagai negara kontributor basis pengguna baru terbesar di dunia. Situasi ini dipastikan juga akan berlanjut hingga tujuh tahun mendatang.

“Dari tahun 2013 sampai tahun 2017 di dunia ini terdapat satu miliar pengguna internet baru, di mana menurut Google salah satu negara penyumbangnya adalah Indonesia,” ujar Azalea. “Dengan adanya fenomena ini, Indonesia menjadi negara tujuan potensial bagi pelaku layanan OTT seperti TikTok, Facebook, Google, Tinder, dan lainnya.”

Sumber : Tech in Asia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *