News

OJK Buka Peluang Batasi Jumlah Perusahaan Fintech Pembiayaan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengkaji peluang pembatasan jumlah usaha financial technology (fintech) peer to peer (P2P) lending yang ada di Tanah Air. Pertimbangannya, pertumbuhan cepat layanan teknologi finansial pembiayaan tersebut harus seimbang dengan jumlah nasabah.

Selain itu peninjauan jumlah ini untuk mencegah nasabah terjebak dengan terlalu mudahnya meminjam uang fintech seperti yang saat ini kerap terjadi. Makanya Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi meminta Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) untuk menghitung jumlah fintech yang ada terlebih dulu.

“Jika memang hasil kajiannya dirasa sudah cukup, akan kami batasi dulu (jumlah fintech P2P lending),” ujar Riswinandi di acara HUT AFPI ke-1 di Jakarta, Senin (11/11). 

Penghitungan ini nantinya bisa dijadikan penilaian bagi OJK untuk menentukan apakah jumlah fintech P2P lending saat ini ideal. “Apakah jumlah platform (fintech lending) sudah cukup atau masih kurang,” ujar Riswinandi.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengatakan hingga saat ini sudah ada sekitar 50 fintech pembiayaan yang tengah mendaftar ke instansinya.

Untuk memperoleh status terdaftar dari OJK, fintech pembiayaan harus melalui beberapa proses. Otoritas akan menanyakan perusahaan soal permasalahan ekonomi yang ada, cara penyelesaian masalah tersebut melalui teknologi, seputar program kerja, visi-misi perusahaan, dan sebagainya.

Ini untuk mencegah fintech bermodal cekak dan berisiko bagi nasabah terdaftar di OJK. “Jangan ada sekelompok orang datang kepada kami untuk mendaftar dengan modal Rp 1 miliar,” katanya.

Sedangkan, sejak keluarnya aturan pinjam meminjam uang berbasis teknologi tahun 2016, sudah ada 144 fintech lending yang terdaftar di OJK. Dari 144 yang terdaftar, 17 anggota di antaranya telah memperoleh tanda izin dari OJK selaku regulator. Untuk mendapat tanda izin, fintech yang terdaftar di OJK harus bergabung dengan pusat data fintech lending (Pusdafil) AFPI.

Sedangkan dari segi pembiayaan, Per Oktober 2019, fintech pembiayaan sudah menyalurkan pinjaman Rp 60,4 triliun kepada 14,4 juta nasabah.

Sumber : Katadata.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *