News

Menggali Lebih Dalam Potensi B2G Bagi E-commerce

E-commerce merupakan salah satu sektor yang memiliki porsi besar dalam ekonomi digital di Asia Tenggara. Menurut riset Google dan Temasek berjudul E-conomy SEA 2019, pasar e-commerce diproyeksi meningkat empat kali lipat saat tahun 2025 mendatang dan mayoritas pasarnya berasal dari Indonesia.

Saat ini terdapat setidaknya 50 perusahaan e-commerce di tanah air. Mereka memiliki model bisnis yang beragam. Namun rata-rata pemain besar yang menjadi unikornseperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, Blibli umumnya bermain di ranah C2C dan B2C. Ada pula yang khusus melayani sektor B2B seperti MBiz, Ralali, dsb.

Dari sekian banyak model bisnis, business to government (B2G) masih jarang dibicarakan. Padahal, potensinya tak kalah besar. Data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mencatat, sebanyak 30 persen dari anggaran belanja pemerintah 2019 dialokasikan untuk pengadaan barang/jasa, dengan nilai sekitar Rp750 triliun.

Menyadari potensi tersebut, kini sejumlah e-commerce mulai rajin menjalin kerja sama dengan pemerintah (B2G) sebagai revenue stream mereka. Sejauh ini, model kerja sama yang umum ditemukan ada dua, yaitu:

  • Kerja sama di bidang pelayanan publik (pembayaran pajak, digitalisasi).
  • Pengadaan barang dan jasa melalui ­e-procurement.

Adapun proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang menggunakan APBN terbagi melalui beberapa cara, sesuai dengan Peraturan Presdiden (Perpes) No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yaitu:

  • E-purchasing, melalui katalog elektronik LKPP
  • Pengadaaan Langsung, dilaksanakan untuk barang/pekerjaan konstruksi/jasa lainnya dengan nilai di bawah Rp200 juta
  • Penunjukan langsung,
  • Tender Cepat
  • Tender

MBiz menggandeng Pemprov Jawa Barat

Kerja sama Mbiz dan Pemprov Jabar/Dok.Mbiz

Salah satu e-commerce yang tengah menggarap segmen B2G adalah PT Briliant Ecommerce Berjaya (Mbiz). Startup yang terafiliasi dengan Grup Lippo ini sejak awal berdiri memang menyediakan platform pengadaan  (e-procurement) yang menyasar segmen B2B.

Melalui platformnya Mbiz.co.id dan Mbizmarket, mereka menghubungkan 350 buyer yang terdiri dari korporasi besar seperti perusahaan FMCG, perbankan, BUMN, dan perusahaan multinasional lainnya dengan lebih dari 5.000 vendordan supplier yang 85 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Baru-baru ini, Mbiz menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pemanfaatan Mbizmarket.co.id sebagai platform untuk belanja atau pengadaan barang/jasa. Mbiz masuk melalui mekanisme pengadaan langsung, yang artinya nilai pengadaannya di bawah Rp200 juta.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Jabar Ika Mardiah menyatakan, pemanfaatan dan pengembangan e-marketplace dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah guna memperluas dan membuka peluang persaingan usaha yang kompetitif, sehat, serta wajar.

CEO Mbiz Rizal Paramarta/Dok.Mbiz

CEO Mbiz Rizal Paramarta mengatakan, meski kerja sama dengan Pemprov Jawa Barat merupakan hal yang tak disangka-sangka. Namun mereka tetap menggarapnya secara serius. Walau ia menilai potensi pasar segmen B2G memang tak sebesar B2B.

Dia mencontohkan, transaksi e-procurement B2B dari tujuh buyer terbesar Mbiz saja bisa mencapai Rp20 hingga Rp30 triliun per tahun. Berbeda dengan pengadaan langsung proyek pemerintah/B2G yang dibatasi di bawah Rp200 juta.

Meski demikian, Rizal menyatakan keunggulan tingkat adopsi e-procurement pemerintah jauh lebih cepat dibandingkan dengan di perusahaan swasta yang lebih bertahap. 

Kerja sama Mbiz dengan Pemprov Jabar akan mengadopsi sistem e-procurement yang selama ini mereka gunakan untuk proyek pengadaan langsung yang selama ini masih dengan cara konvensional. Manfaat kerja sama ini bagi kedua pihak mencakup:

  • Memperkaya ekosistem, karena vendor produk yang biasa digunakan oleh Pemprov Jabar akan bergabung ke platform Mbiz.
  • Memperluas akses pelaku UMKM yang selama ini menjadi vendor/supplier Pemprov Jabar, ke perusahaan swasta lainnya yang selama ini menjadi buyer Mbiz.
  • Menjadi proyek percontohan bagi pemerintah provinsi lainnya yang tengah mendigitalisasi sistem pengadaan langsung mereka.
  • Mempercepat adopsi sistem e-procurement di pemerintah dan swasta.

Sebagai e-commerce, Mbiz tidak melakukan monetisasi atas kerja sama B2G dengan pemerintah. Hal tersebut kata Rizal merupakan sebagai bagian dari pelayanan mereka kepada publik. Namun dalam seta hingga dua tahun mendatang, Mbiz berencana untuk memperluas kerja sama B2G dengan pemerintah provinsi lain.

Rizal mengungkapkan, tahun ini Mbiz menargetkan pertumbuhan 2 hingga 3 kali lipat, dan mencapai arus kas netral. Pihaknya juga tengah melakukan equity raise dan mencari mitra strategis untuk mencapai maturitas dan profitabilitas perusahaan di masa mendatang.

BukaPengadaan ala Bukalapak

Manajemen BukaPengadaan/TechinAsia

BukaPengadaan Indonesia merupakan salah satu unit bisnis dari Bukalapak, yang menawarkan solusi pengadaan bagi korporasi. Unit bisnis yang telah berjalan selama dua tahun terakhir ini melayani e-procurement untuk B2B dan B2G.

Direktur BukaPengadaan Indonesia Hita Supranjaya menyatakan, saat ini terdapat lebih dari 1.000 buyer dan 5.000 seller yang tercatat di platformnya. Setiap bulannya, ada 150 perusahaan yang aktif bertransaksi dengan rata-rata pemesanan dapat mencapai Rp150 juta. 

“Di tahun 2019, lebih dari 1.500 perusahaan dan instansi yang sudah melakukan transaksi di BukaPengadaan, di mana 80 persennya adalah perusahaan dan sisanya merupakan UKM dan instansi pemerintah,” ungkapnya.

Data dari BukaPengadaan memerinci komposisi buyer di platformnya sebagai berikut:

  • 80 persen B2B intercompany (industri manufaktur, finansial, FMCG)
  • 10 persen Emtek Group
  • 5 persen UKM
  • 5 persen pemerintah

Sementara kategori produk yang tersedia terdiri dari:

  • 70 persen layanan
  • 12 persen produk gaya hidup
  • 7 persen produk elektronik
  • 6 persen produk IT
  • 2 persen MRO (maintenance, repair, operation).
  • 1 persen peralatan kantor
  • 1 persen otomotif

Hita mengatakan, komposisi segmen B2G memang tidak terlalu besar. Saat ini, BukaPengadaan memiliki kerja sama dengan sejumlah instansi seperti Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Desa dan Transmigrasi, KPK, serta universitas/perguruan tinggi.

Sama halnya seperti Mbiz, mereka juga masuk melalui mekanisme pengadaan langsung dengan nilai di bawah Rp200 juta.

Menurutnya, keuntungan transaksi bukanlah tujuan semata-mata dari kerja sama e-commerce dengan pemerintah. Dengan melakukan kerja sama, hubungan baik yang terjalin dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama di unit usaha e-commerce lainnya.

Sebagai contoh, selain dalam hal e-procurement, Bukalapak juga telah bekerja sama dalam bidang pelayanan publik. Salah satu contohnya adalah fitur bayar pajak kendaraan bermotor (e-samsat) di Jawa Barat.

Meskipun potensi pasarnya memang tak sebesar segmen lain seperti B2B, B2C, atau C2C, namun segmen B2G dapat menjadi peluang revenue stream baru bagi e-commerce, yang saat ini tengah berlomba-lomba mencapai fase matang dan menguntungkan.

Belajar dari pengalaman Mbiz dan Bukalapak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan e-commerce bila ingin menjajaki peluang e-procurement di pemerintah, yaitu :

Pahami aturan main

Berbeda dengan B2B, proses pengadaan barang dan jasa di pemerintah diatur dengan regulasi. Memahami regulasi dan prosedur pengadaan di pemerintah menjadi syarat mutlak untuk melakukan pendekatan ke pemerintah.

Bangun platform yang akomodatif

Setiap Kementerian/Lembaga (K/L) maupun Pemerintah Daerah memiliki syarat dan ketentuannya masing-masing mengenai pengadaan barang dan jasa, yang biasanya berkaitan dengan proses audit oleh BPK. Platform e-procurement yang ditawarkan sebaiknya dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Jalin hubungan baik dan bangun kepercayaan

Pelaku e-commerce harus mampu menunjukkan bahwa platformnya memiliki sistem yang kredibel. Memiliki relasi yang baik dengan pejabat pemerintah juga biasanya dapat membantu membuka pintu kerja sama.

Sumber : Tech in Asia



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *