Luna Maya hingga Maudy Ayunda, 9 Artis Indonesia Rambah Startup

Setidaknya ada sembilan selebritas Indonesia yang merambah startup, seperti Luna Maya, Maudy Ayunda, dan Dian Sastrowardoyo. Konglomerat dan BUMN juga masif masuk ke perusahaan rintisan.

Selebritas Indonesia seperti Luna Maya, Maudy Ayunda hingga Dian Sastrowardoyo terjun ke dunia startup Indonesia. Mereka masuk ke bisnis perusahaan rintisan secara langsung maupun dalam bentuk investasi. Startup kosmetik dan perawatan kulit direct-to-consumer (D2C) NAMA Beauty yang dikelola oleh Luna Maya bahkan meraih pendanaan tahap awal (seed funding) US$ 5 juta atau Rp 71 miliar. Investasi ini dipimpin oleh AC Ventures.

Investor lain yang berpartisipasi yakni perusahaan logistik SiCepat Ekspres dan bidang periklanan digital PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMXX).

Luna Maya berencana menggunakan dana segar itu untuk memperkuat merek D2C NAMA Beauty. Selain itu, berfokus menawarkan produk perawatan kulit berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

“Kami percaya, sinergi ini dapat membantu untuk bertumbuh bersama dan memaksimalkan peluang serta momentum yang ada,” kata Luna dalam siaran pers, Senin (1/11).

Katadata.co.id merangkum daftar selebritas Tanah Air yang terjun ke dunia startup, di antaranya:

1.Luna Maya

Luna Maya bekerja sebagai model, pemain film, serta presenter. Perempuan berusia 38 tahun ini bermain di sejumlah film seperti Partikelir, Sabrina, Suzzanna: Bernapas dalam Kubur, Rumah Kentang: The Beginning hingga Ben & Jody. Startup milik Luna Maya, Nama (Nama Beauty) Selain mendirikan NAMA Beauty, Luna membangun startup platform konten perjalanan bernama Travel Secrets bersama Marianne Rumantir. Pada Februari, Travel Secrets berkolaborasi dengan startup program loyalitas Member.id. Kolaborasi ini menghasilkan TS Media yang berfokus pada produksi konten.

2. Maudy Ayunda

Maudy merupakan aktris, model, serta penyanyi. Perempuan berusia 26 tahun ini memulai karier sebagai selebritas lewat film Untuk Rena pada 2005. Sedangkan Maudy terjun ke dunia startup lewat investasi ke perusahaan rintisan bidang grocery commerce Segari. Ia berpartisipasi dalam pendanaan Seri A Segari yang diumumkan bulan lalu. Perempuan lulusan Stanford University tersebut tertarik berinvestasi di Segari bukan semata mencari keuntungan. “Bagi saya, investasi itu lebih dari sekadar nominal yang kami kontribusikan,” kata Maudy dalam siaran pers, pada Oktober (19/10).

Maudy memilih Segari karena memberikan dampak kepada masyarakat dan petani. Dia tertarik dengan model bisnis startup ini, karena membantu petani lokal mendapatkan penghasilan secara adil dari produk yang dijual. “Saya rasa ini adalah model bisnis yang bisa menjadi masa depan industri e-grocery Indonesia,” kata dia. Maudy Ayunda (Katadata/Instagram Maudy Ayunda) Segari didirikan oleh Yosua Setiawan pada 2020. Sebelum mendirikan Segari, Setiawan bekerja di Boston Consulting Group dan unicorn Traveloka. Pendiri lainnya yakni Farand Anugerah menjabat COO, dan Farandy Ramadhana sebagai CTO. Segari saat ini melayani sekitar 250 ribu pengguna dan jaringan mitra petani yang luas di Jawa dan Sumatera. Selain itu, sistem desentralisasi gudang dan jaringan mitra penjualan.

3. Dian Sastrowardoyo

Dian Sastrowardoyo merambah bisnis startup lewat Frame A Trip dan 3 Skinny Minnies. Ia membangun Frame A Trip bersama Kahfy Yudha Wiansya, Hermawan Sutanto, Damon Hakim, dan Michael R. Tampi pada Desember 2016. Sedangkan 3 Skinny Minnies bergerak di bidang katering sehat dan diet.

4. Giring Ganesha

Giring merupakan penyanyi sekaligus politisi Indonesia. Ia pernah menjadi vokalis band Nidji sebelum mundur pada 2017. Dia kemudian menjadi politisi dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia juga terjun di dunia startup sejak 2013 dengan mendirikan platform media online Kincir.com. Pada 2015, perusahaan rintisan ini mendapatkan pendanaan dari anak usaha modal ventura Grup Djarum, yakni GDP Venture. Kincir.com kini beroperasi sebagai platform media online yang menyediakan beragam konten populer yang menyasar anak muda. Konten-konten yang ditawarkan seperti game hingga film.

5. Christian Sugiono

Pemain film Catatan Akhir Sekolah dan Jomblo ini membuat startup media humor populer bernama Malesbanget.com (MBDC) pada 2011. Pada 2015, perusahaan rintisan ini berhasil mendapatkan pendanaan yang dipimpin oleh Rebright Partners dan 500 Startup.

6. Alice Norin

Alice Norin merupakan model, presenter, dan pemain film. Ia bermain di sejumlah film seperti Ketika Cinta Bertasbih, Psikopat, dan Kutuk. Ia juga terjun ke dunia startup dengan mendirikan layanan e-commerce fashion bernama 8WOOD. Dia menjadi creative director di perusahaan rintisan ini, sementara suaminya Alvin Yodhapatria menjabat CEO. Pada 2015, startup besutan Alice Norin itu mengumumkan perolehan pendanaan tahap awal atau seed funding dari Ideosource.

7. Vidi Aldiano

Penyanyi Vidi Aldiano juga terjun ke dunia startup dengan mendirikan platform penghubung kreator Indonesia bernama Krowd pada 2018. Platform ini berperan sebagai inisiator untuk proyek maupun kolaborasi para konten kreator.

8. Denis Adiswara

Pemain film ini menjadi pendiri sekaligus CEO startup Layaria. Perusahaan rintisan yang berdiri pada 2012 ini memfasilitasi pembuat konten video online untuk menampilkan karyanya.

9. Ashraf sinclair

Sebelum meninggal dunia, selebritas Ashraf Sinclair terlibat dalam pengembangan startup Indonesia. Ia terkenal sebagai venture partner di perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat (AS) bernama 500 startup. E27 melaporkan, Ashraf bergabung dengan 500 Startup sejak 2017. Managing Partner 500 Startup Khailee Ng emelalui akun Instagram, mengatakan bahwa Ashraf merupakan teman sekaligus kolega dalam mengembangkan portofolio investasi.

Ashraf bertugas mencari startup Indonesia potensial untuk diberikan pendanaan tahap awal melalui investasi 500 Durians Fund II. Selama beroperasi di Indonesia, modal ventura itu telah menggelontorkan dana pada beberapa startup mulai dari unicorn sampai pemula. E-commerce berlabel unicorn Bukalapak pun mendapatkan dana segar dari 500 Startup. Setelah meraih pendanaan seri A dari GREE Venture pada 2012, Bukalapak mendapatkan pendanaan lanjutan dari 500 Startup.

sumber : Kata Data

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.