Komerce: Inovator dalam Deloitte’s WorldClass Education Challenge

Pada 12 Mei 2021 silam, Deloitte bekerja sama dengan World Economy Forum (WEF) menghadirkan program WorldClass Education Challenge untuk mendukung berbagai inovasi dalam bidang pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja muda di kawasan Asia dan Afrika. Terutama dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat kegiatan belajar mengajar pada umumnya tidak bisa digelar seperti biasa dan terpaksa beralih menjadi daring. Bahkan, berdasarkan data dari World Bank per Maret 2021, masih ada 57 negara yang belum menggelar kegiatan belajar mengajarnya kembali akibat pandemi COVID-19 ini.

Maka dari itu, melalui program ini Deloitte dan WEF ingin memastikan bahwa para talent muda tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak, mengembangkan keterampilan, dan memaksimalkan potensinya di tengah pandemi ini. Program ini sendiri merupakan salah satu inisiatif dari Deloitte Global untuk menghadirkan kesetaraan pendidikan dan peluang bagi seratus juta orang pada 2030 mendatang.

Punit Renjen (CEO Deloitte Global) merasa bahwa para pelaku bisnis perlu turun tangan untuk memperkecil dampak COVID-19 di sektor pendidikan serta mengurangi kesenjangan akses ilmu pengetahuan yang ada. Maka dari itu, Deloitte dan WEF menyediakan grant mencapai $1 juta (sekitar 14 miliar rupiah), dukungan dari para professional, serta kesempatan berjejaring bagi pihak-pihak yang mampu menghadirkan inovasi dengan dampak maksimal.

“Ini adalah momen untuk meningkatkan laju perubahan. Innovation Challenge ini akan membantu kami untuk mengidentifikasi dan mendukung ide serta pendekatan yang dapat memberikan dampak tinggi dalam mengatasi krisis pendidikan global,” ujar Punit Renjen.

Inovasi yang dimaksud ini menitikberatkan pada tiga aspek; yakni akses bagi para siswa yang tertinggal, pengembangan skill guru/mentor, dan pembekalan keterampilan yang akan dibutuhkan di masa mendatang bagi para talent muda di Afrika, India, dan Asia Pasifik. Tercatat ada lebih dari 400 solusi dan inovasi yang didaftarkan dalam program ini. Deloitte sendiri pada 21 September lalu akhirnya mengumumkan dua belas inovator terpilih, salah satunya adalah Komerce.

Startup Indigo Batch 1-2021 ini menjadi satu dari empat inovator yang mewakili Asia Pasific dengan mengusung program pembelajaran e-commerce bagi para pemuda-pemudi Indonesia. Berkat program pembelajaran tersebut, startup yang telah tersertifikasi sebagai pendamping UMKM oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini berhasil melatih ratusan tenaga kerja serta menghubungkannya dengan para mitra yang membutuhkan keahlian mereka.

“Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari WorldClass Education Challenge yang diselenggarakan oleh Deloitte. Kami punya mimpi untuk dapat melatih dan memberdayakan jutaan anak muda di Asia Tenggara dalam ranah teknologi agar mereka dapat bersaing mendapatkan pekerjaan yang layak di era digital ini. Kami menanti kolaborasi dan kerjasama (dari berbagai pihak) untuk menciptakan dampak yang besar,” ungkap Nofi Bayu Darmawan selaku CEO dan Founder Komerce.

Komerce menyusun kurikulum pembelajaran yang selalu diperbarui mengikuti perkembangan kebutuhan dunia e-commerce agar dapat menghasilkan talent yang terlatih dan siap kerja untuk membantu mengelola dan mengembangkan bisnis online mitranya. Ada beberapa profesi yang disiapkan proses pelatihannya oleh Komerce; diantaranya customer service, admin marketplace, pengelola periklanan digital, dan admin media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.