News

Kolaborasi 3 Startup Mendorong Warung Tradisional Berevolusi Jadi Perusahaan Teknologi

Tokopedia melalui Mitra Tokopedia bekerja sama dengan Warung Pintar, OVO dan sejumlah mitra strategis lainnya menginisiasi Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN). Gerakan ini sebagai upaya modernisasi warung dan toko kelontong serta mengakselerasi pemerataan ekonomi di Indonesia secara digital.

FGWN merangkul berbagai UMKM serta komunitas warung, hingga seniman-seniman muda untuk membuat karya kreatif bertemakan kehidupan warung.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 14-15 Desember 2019 di Lapangan Banteng, Jakarta. Masyarakat bisa menikmati berbagai kegiatan menarik dan experience booth di FGWN seperti area Main-Main di Warung, Santai di Warung, Jajanan Warung, Museum Warung dan lainnya.

William Tanuwijaya selaku CEO Tokopedia mengatakan, pihaknya berkomitmen menjembatani pelaku usaha tradisional, seperti pemilik warung, toko kelontong dan usaha sejenis lainnya dengan teknologi untuk mempermudah mereka mengembangkan usaha di era digital.

Co-founder sekaligus CEO Warung Pintar, Agung Bezharie menjelaskan, ada sekitar 3,5 juta warung di Indonesia yang menjadi tulang punggung ekonomi bangsa, dan menyediakan lapangan pekerjaan yang setara bagi semua golongan masyarakat.

“Menurut data internal kami, 58 persen dari ribuan mitra Warung Pintar adalah juragan perempuan. Mereka berhasil menyumbang 60 persen dari total penghasilan keluarga,” kata Agung.

Warung Pintar merupakan startup yang fokus di modernisasi warung tradisional, dan sudah mengembangkan lebih dari 4.500 warung yang tersebar di Jakarta, Banyuwangi, dan Surabaya.

OVO juga menyatakan dukungan mereka terhadap gerakan modernisasi warung ini.

  • Pertama, mereka akan terus mendorong penetrasi pembayaran digital dan akselerasi inklusi keuangan, melalui peran aktif dalam implementasi QRIS.
  • Kedua, mereka akan memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memperkenalkan OVO DanaTara, layanan pinjaman modal usaha berbasis teknologi keuangan bagi pemilik warung dan UMKM.

Didukung pemerintah dan warung tradisional

Warung Pintar GO-PAY

Inisiatif yang digagas oleh tiga startup tersebut juga mendapat respon positif dari pemilik warung. Salah satunya Dewi Bida Kumalasari, pemilik warung kelontong di Bekasi yang telah bergabung menjadi Mitra Tokopedia sejak November 2018.

Bida menilai kehadiran aplikasi dari Tokopedia tersebut sudah bisa memberi manfaat bagi kondisi finansial keluarganya.

“Sekarang saya dapat mengelola warung lebih mudah, terutama untuk berjualan produk digital seperti pulsa, paket data, token listrik, BPJS dan sebagainya . Dan (juga bisa) memesan stok produk warung melalui fitur Grosir,” ungkap Dewi.

Sementara Veranita Dwiputri, yang telah bergabung dengan Warung Pintar
sejak September 2018 mengakui, bukan hanya taraf perekonomiannya saja yang terbantu. Tapi budaya di warungnya juga ikut berubah.

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI menyatakan, warung dan toko kelontong memiliki peran penting terhadap ekonomi negara. Ia menegaskan, para pemilik warung dan toko tersebut adalah bagian dari pegiat UMKM yang telah berkontribusi atas lebih dari 60 persen ekonomi negara.

“Keberadaan warung-warung kecil perlu kita apresiasi. Melalui pemanfaatan teknologi, para pejuang ekonomi ini diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan era dan terus mengambil bagian dalam menyokong perekonomian Indonesia,” tutur Teten.

Sumber : Tech in Asia


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *