News

Kesulitan Pendanaan, Banyak Startup Mulai PHK Karyawan

Diposkan

Virus corona yang menjangkit di seluruh dunia berdampak negatif pada ekonomi global. Alhasil, tidak sedikit startup mengurangi jumlah karyawannya.

Perusahaan modal ventura dari Silicon Valley, Sequoia Capital mengingatkan pendiri dan CEO perusahaan startup portofolionya bahwa kondisi ekonomi dunia kemungkinan memburuk akibat merebaknya virus corona (COVID-19) asal Wuhan, China.

Virus corona yang pertama ditemukan pada Desember, per Jumat (6/3/2020) ini telah menjangkiti hampir 100.000 orang di seluruh dunia, dengan total kematian lebih dari 3.300 orang.

Pernyataan Sequoia itu didasari pada fakta bahwa saat ini wabah itu sudah masuk ke Amerika Serikat (AS) dan mengguncang ekonomi negara itu serta pasar keuangan negara lainnya.

Di mana akibatnya banyak perusahaan publik perlu mengambil berbagai langkah untuk meminimalkan dampak wabah mirip SARS itu terhadap karyawan dan bisnis mereka. Bahkan, dari memo yang dikeluarkan Sequoia, perusahaan swasta juga disebutnya bisa terpengaruh.

“Mengingat semua poin stres di atas pada keuangan Anda, ini mungkin waktu untuk mengevaluasi secara kritis apakah Anda dapat melakukan lebih banyak pekerjaan dengan lebih sedikit (karyawan) dan meningkatkan produktivitas,” ujar Sequoia.

Sequoia yang didirikan pada tahun 1972 dan berkantor pusat di Menlo Park, California, adalah salah satu perusahaan modal ventura paling sukses di dunia. Perusahaan telah berinvestasi di GitHub, Google, LinkedIn, Nvidia, Oracle, Square, YouTube dan Zoom. Di Indonesia Sequoia merupakan investor Gojek.

Sequoia mengatakan ciri khas perusahaan yang bertahan lama adalah cara para pemimpin mereka bereaksi terhadap momen-momen seperti ini. Semua karyawan yang mengetahui COVID-19 harus lebih berhati-hati menjaga kesehatan dan tetap mempertahankan produktivitasnya.

“Optimisme yang salah dapat dengan mudah membuat Anda tersesat dan mencegah Anda membuat rencana darurat atau mengambil tindakan berani. Hindari jebakan ini dengan bersikap realistis secara klinis dan bertindak tegas saat keadaan berubah. Tunjukkan kepemimpinan yang dibutuhkan tim Anda selama masa yang penuh tekanan ini,” kata Sequoia.

Selain itu, Sequoia juga mengingatkan dengan ketidakpastian ekonomi dan penggalangan dana yang lebih besar. Perusahaan harus mempertimbangkan untuk meningkatkan standar ROI untuk pengeluaran pemasaran.

“Dengan menurunnya penjualan, Anda mungkin menemukan loyalitas pelanggan Anda menurun, yang pada gilirannya menyarankan perlunya mengendalikan pengeluaran untuk akuisisi pelanggan untuk mempertahankan tingkat pengembalian (return) yang konsisten pada pengeluaran marketing,” tambahnya.

Sumber : CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *