News

Inilah 6 Startup Indigo yang Berpartisipasi Aktif dalam Mengatasi Pandemi COVID-19

Dunia sedang mengalami pandemi virus corona (COVID-19) yang mengakibatkan korban jiwa berjatuhan. Di Indonesia sendiri berdasarkan data covid19.go.id pada Selasa (07/04) pukul 12:00 WIB tercatat total kasus positif COVID-19 mencapai 2.738 orang dengan total kasus kematiannya sebanyak 221 orang. Walaupun kabar baiknya kasus pasien yang sembuh dari COVID-19 sejumlah 204 orang.

Kabar baik lain juga berasal dari startup binaan Indigo yang beberapa di antara mereka memberikan solusi dalam mengatasi wabah COVID-19 ini. Berikut kami sajikan enam startup Indigo yang berpartisipasi aktif tersebut:

Startup ke-1: Qiscus

Melalui Indonesia Bergerak (IB) sebagai website yang memonitor, melaporkan, dan bertanya seputar COVID-19 yang diluncurkan MDI Ventures, Qiscus sebagai startup binaan Indigo batch II tahun 2016 ini berkontribusi di balik teknologi chatbot pada platform yang juga berkolaborasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) itu.

Chatbot yang ada di website IB melalui platform Qiscus tersebut saat ini bertujuan untuk mendistribusikan informasi. Namun, kedepannya melalui chatbot itu bisa untuk melakukan self-assesment bagi masyarakat terkait kesehatannya sehingga mereka bisa mengetahui apakah statusnya ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien dengan Pengawasan), atau Suspek. 

Startup ke-2: Volantis 

Masih terkait dengan platform Indonesia Bergerak (IB) bahwa penamaan “Indonesia Bergerak” sendiri justru dicetuskan oleh Volantis. Startup binaan Indigo batch I tahun 2016 ini juga yang sekaligus mempersiapkan domain dari website tersebut.

Selain itu Volantis yang bergerak di bidang AI (Artificial Intelligence) platform ini pun yang mengorkestrasi semua data yang diperoleh di website IB itu, misalnya dari hasil chatting antara masyarakat dengan chatbot yang dibangun Qiscus, baik itu untuk keperluan pelaporan, analytics, dan data visualization. Startup binaan MDI yaitu Qlue dan Kata.ai juga dilibatkan pada platform ini dalam hal pengumpulan data. 

Startup ke-3: Sonicboom 

Untuk mengurangi penyebaran COVID-19 apalagi fingerprint dianggap sebagai salah satu medium berpindahnya virus tersebut karena penggunaannya bergantian, Sonicboom memberikan solusi agar pengguna atau karyawan tidak perlu menyentuh langsung fingerprint tersebut.

Startup binaan Indigo batch I tahun 2017 ini bisa mengurangi penyebaran COVID-19 dengan menambahkan teknologi berbasiskan frekuensi suara yang dikembangkan Sonicboom pada mesin fingerprint lembaga Anda. 

Cara kerjanya sederhana dimana pengguna tidak perlu menyentuh langsung fingerprint, tetapi cukup tekan satu tombol dari handphone mereka dari jarak 1 -3 meter, lalu proses check-in dan check-out pengguna akan tetap tercatat secara sistem. 

Startup ke-4: PrivyID

Agar proses WFH (Work From Home) tetap produktif khususnya dalam hal penandatangan dokumen penting, PrivyID meluncurkan program: “Tanda Tangan #diRumahAja”.

Program ini berupaya menekan peyebaran COVID-19 melalui dokumen kertas yang memerlukan transaksi berupa tanda tangan digital. Untuk itu PrivyID menggratiskan layanan tanda tangan digital yang mereka miliki khususnya untuk akun Enterprise dari berbagai skala hingga 30 April 2020 mendatang. 

Hal ini disebabkan karena startup binaan Indigo batch I tahun 2015 ini menyadari berdasarkan penelitian dari National Institutes of Health USA bahwa COVID-19 bisa bertahan hingga 24 jam di permukaan benda mati berbahan kertas. 

Startup ke-5: Sonar 

Sebagai startup yang menyediakan platform analitik dan monitoring media sosial, Sonar berpartisipasi aktif dengan meluncurkan portal berupa media aggregator yang mengkompilasikan berita-berita terkait pandemi COVID-19 yaitu: beritacovid19.

Startup binaan Indigo batch II tahun 2015 ini mengumpulkan berita terkait COVID-19 yang bersumber dari lebih 300 sumber berita online di Indonesia yang rutin di-update setiap jam sehingga masyarakat bisa mengetahui secara rinci info terkini dari perkembangan pandemi ini di Indonesia. 

Startup ke-6: Wakuliner 

Tenaga medis dan staf rumah sakit sangat berisikio terinfeksi COVID-19 sehingga memerlukan asupan makanan yang sehat dan bergizi tinggi. Wakuliner sebagai platform katering terbesar dan terlengkap di Indonesia melakukan inisiasi penggalangan donasi untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk membantu meningkatkan imun tubuh mereka.

Untuk mewujudkan partisipasi aktif dalam mengatasi pandemi COVID-19, startup Indigo batch II tahun 2017 ini juga berkolaborasi dengan perusahaan milik Tung Desem Waringin yaitu TDW Group dan Laruno untuk proses penggalangan dana. 

Anda pun bisa berdonasi dengan langsung transfer ke Rek BCA 288 32 777 08 a/n PT Big IT Republik Aplikasi (tidak ada rekening lain) dan mencantumkan kode 019 di belakang nominal sebagai kode dana donasi (contoh: Rp 1.000.019). Informasi lebih lanjut, donatur dapat menghubungi Wakuliner melalui nomor WhatsApp +628111-738-777. 

EPILOG

Itulah enam startup binaan Indigo lintas angkatan yang berpartisipasi aktif dalam mengatasi pandemi COVID-19 ini. Kami akan update kembali sekiranya ada inisiatif baru dari startup binaan Indigo lainnya. Besar harapannya bahwa dari kontribusi para startup binaan Indigo ini pandemi COVID-19 bisa perlahan menghilang di Indonesia, kemudian segera berakhir sehingga kita bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *