News

Gojek Berhenti Bakar Uang & Rencana Besar GoFood

Jakarta, CNBC Indonesia – Super app decacorn asli Indonesia, Gojek, kabarnya akan fokus dengan perkembangan bisnis jangka, dengan tidak lagi membakar uang. Cashback dan promo merupakan contoh bakar uang yang digunakan Gojek untuk menarik pengguna.

“Dalam 3-4 bulan ini lagi hot-hotnya startup yang lagi berubah haluan supaya tidak bakar uang. Tapi sebenarnya effort kami membangun perusahaan yang long term sudah mulai dari 2018,” kata Co-CEO Gojek Kevin Aluwi, Selasa (11/02/2020).

Salah satu pilar bisnis yang akan diperkuat Gojek tahun ini adalah GoFood yang semakin solid dalam empat tahun terakhir. Saat ini GoFood telah memiliki 15 juta menu dengan jumlah pesanan selesai meningkat 30 kali lipat sejak 2015. Bahkan pertumbuhan jumlah merchant pun naik 17 kali lipat menjadi 500 ribu merchant.

Maka dari itu, Kevin berujar kalau pihaknya akan memberikan perhatian lebih pada layanan GoFood saat ini. “Kami menargetkan bisa menggandakan volume GoFood, minimal 2 kali lipat layanannya.”

Menanggapi adanya tren startup yang berencana stop bakar uang ini, pengamat ekonomi INDEF, Bhima Yudhistira, mengatakan bahwa alasan utamanya mereka melakukan hal tersebut adalah adanya tuntutan balik modal dari investor.

“Ini artinya aliran dana investasi yang disuntik ke startup sudah menuntut segera balik modal alias menghitung Return on Investment (ROI). Jadi startup dituntut secepat mungkin mencatatkan profit,” ujar Bhima kepada CNBC Indonesia, (12/2/2020).

“Tentunya banyak hal yang harus dilakukan misalnya stop beri banyak diskon atau promo, efisiensi karyawan, dan merubah bisnis modelnya,” tambahnya.

Saat ini aplikasi Gojek telah diunduh oleh 170 juta pengguna di Indonesia dan Asia Tenggara, dan mencapai pertumbuhan pendapatan 2 kali lipat pada 2019.

Sumber : CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *