News

Gojek Ajak Mitra-Driver Diet Kantong Plastik Demi Lingkungan

Diposkan

Gojek mendukung penuh keputusan pemerintah DKI Jakarta yang melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat-pusat perbelanjaan hingga pasar rakyat mulai 1 Juli 2020.

Salah satu dukungan itu adalah penyediaan tas berbahan kertas atau paper bag yang dapat dipesan oleh mitra usaha GoFood untuk mengganti kantong plastik sekali pakai.

Pemesanan itu dapat dilakukan melalui GoFresh, yaitu layanan marketplace untuk para mitra pedagang kuliner agar dapat mengakses bahan pokok makanan dengan lebih efisien.

“Kami mengapresiasi inisiatif Gojek yang menyediakan kantong kertas untuk merchant GoFood melalui marketplace GoFresh dan reusable bag di layanan GoMart. Inisiatif ini memberikan kemudahan ekosistem Gojek untuk mendapatkan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL),” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih.

“Kami berharap Gojek beserta seluruh ekosistem dapat terus menjadi pelopor lingkungan dan contoh bagi masyarakat lainnya,” kata dia.

Saat ini, pelanggan yang berbelanja sehari-hari di layanan GoMart, akan otomatis dikenakan biaya Rp4.000, sesuai kebijakan mitra GoMart, yaitu Alfamart sehingga akan mendapatkan tas belanja pakai ulang.

Inisiatif ini berlaku di kota Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bali, dan Semarang.

Sejak sebelum masa pandemi Covid-19, Gojek telah secara aktif mengedukasi berbagai pihak, salah satunya menggandeng Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). Sementara itu, mitra merchant pun berkolaborasi dengan organisasi lingkungan PlastikDetox, dan mitra driver bekerjasama dengan WWF Indonesia.

Tiza Mafira, aktivis lingkungan yang menggagas GIDKP sejak 2013 menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Gojek tersebut. Namun menurutnya ada beberapa hal yang tak boleh diabaikan. “Kantong kertas memang bisa menjadi alternatif pengganti kantong plastik. Namun, perlu diingat: kantong kertas sebaiknya dibuat dari kertas daur ulang, berwarna coklat (unbleached), dan cukup tebal sehingga juga dapat digunakan berulang kali,” katanya saat dihubungi, Selasa (7/7).

Tiza menilai GoGreener sekaligus menjadi bukti bahwa bisnis platform daring bisa beradaptasi dengan baik terhadap pembatasan plastik sekali pakai. Ia memaparkan beberapa komitmen GoGreenerGojek bisa diterapkan secara merata terhadap seluruh driver dan merchant GoFood.

“Yang pertama adalah fitur pay for cutleries, yang kedua adalah driver diberikan tas insulated supaya bisa membawa makanan tanpa kresek, dan terakhir adalah penyediaan tas kertas ini. Inisiatif-inisiatif ini bagus, semoga bisa diterapkan secara merata,” ungkap Tiza.

Sejak 2019, melalui inisiatif GoGreener yang peluncurannya didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Lingkungan Hidup Daerah, GoFood telah menerapkan hal serupa.

Dua Program Utama

GoGreener memiliki dua program utama, yaitu menyediakan pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan makanan.

Program ini telah turut membantu GoFood menyelamatkan lebih dari 7,4 ton sampah alat makan plastik. Selain itu, GoFood turut mengedukasi mitra driver agar selalu membawa tas guna ulang sendiri kala mengantar makanan dan minuman agar turut mengurangi penggunaan kantong plastik.

Chief Food Officer Gojek Group Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan penting bagi GoFood untuk ikut mendorong terwujudnya ekosistem bisnis yang ramah lingkungan.

“Kami membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak di ekosistem kami, seperti konsumen, merchant, dan mitra driver. Dengan semangat karya anak bangsa yang terus mencari solusi dan percaya bahwa #PastiAdaJalan untuk beralih ke gaya hidup ramah lingkungan,” katanya.

Sumber : CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *