News

Daya Tarik Besar Startup Perikanan di Mata Investor

Startup perikanan eFishery dan Aruna meraih pendanaan pada bulan ini, meski masih ada pandemi corona. Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo) Jefri Sirait menilai, potensi sektor ini besar sehingga investor tertarik berinvestasi.

Pemerintah menyatakan bahwa pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) kelautan Indonesia untuk perekonomian tergolong kecil, yakni kurang dari 10%. Oleh karena itu, potensi yang bisa digali masih sangat besar.

Sedangkan startup menawarkan solusi berbasis teknologi yang dinilai bisa memaksimalkan perolehan dari sektor perikanan. “Berdampak terhadap nelayan dan petani tambak,” kata Jefri kepada Katadata.co.id, Selasa (18/8).

Di satu sisi, investor mencari perusahaan rintisan yang permintaannya tetap tinggi selama pandemi virus corona. “Startup perikanan itu kini bisa menjadi meat and potatoes company. Menjadi penting dalam konsumsi makanan sehat yang terus tumbuh,” ujar dia.

Partner di East Ventures Melisa Irene pun mengatakan, pangsa pasar hasil laut terus tumbuh di tengah pandemi Covid-19. Bisnis Aruna misalnya, tumbuh 40% selama masa pagebluk ini. Aruna merupakan salah satu portofolio investasi East Ventures.

Startup di sektor perikanan dan kelautan dinilai dapat menjawab masalah inefisiensi rantai pasok hasil laut. “Ini masalah yang kami lihat. Startup bisa menyediakan solusi yang tepat. Itu yang kami suka, dan kami investasi,” katanya.

Aruna baru saja mendapatkan pendanaan dari investor terdahulu (existing investor) yakni East Ventures, AC Ventures, dan SMDV. Dana segar yang dihimpun mencapai US$ 5,5 juta atau sekitar Rp 81,2 miliar.

Selain Aruna, eFishery memperoleh pendanaan seri B yang dipimpin oleh Go-Ventures dan Northstar Group. Selain itu, diikuti oleh Aqua-spark dan Wavemaker Partners.

Go-Ventures merupakan perusahaan modal ventura milik Gojek. Sedangkan Northstar Group juga berinvestasi di Gojek.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan bahwa pemanfaatan potensi kelautan Indonesia belum maksimal. Padahal, panjang garis pantai mencapai 99.093 kilometer.

Salah satu potensi yang belum digarap maksimal yakni sektor budidaya tambak udang. “Kita memproduksi udang saja belum sampai 1 juta ton setahun. Padahal luas wilayah laut, pantai kita terpanjang kedua di dunia,” kata Edhy beberapa waktu lalu (10/8).

Sumber : Katadata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *