News

Analisis Dampak Kehadiran Tokopedia terhadap Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan yang dialami Tokopedia telah memberi dampak pada ekonomi Indonesia. Dengan lebih dari 90 juta pengguna aktif setiap bulannya, efek e-commerce ini sudah bisa dirasakan masyarakat Indonesia dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua.

Baru-baru ini, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengadakan riset untuk mengukur apa saja dampak yang diberikan Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia. Hasilnya, ada beberapa temuan menarik. Mulai dari;

  • tumbuhnya angka wirausahawan di berbagai daerah,
  • kontribusi langsung Tokopedia ke perekonomian nasional, hingga
  • dampak positif terhadap program inklusi keuangan yang sedang gencar dicanangkan oleh pemerintah.

Dorong pertumbuhan wirausahawan di berbagai daerah

“Mengacu pada riset UI 2019, telah ada 6,4 juta masyarakat Indonesia yang memulai dan mengembangkan bisnisnya bersama Tokopedia, di mana 86,5 persen diantara mereka adalah pengusaha baru,” jelas William Tanuwijaya selaku Co-founder dan CEO Tokopedia menyikapi riset dari LPEM FEB UI.

Riset yang sama juga mengatakan bahwa pada tahun 2018 lalu, secara nasional rata-rata penjualan setiap penjual di Tokopedia adalah Rp48juta per tahun. 

dampak tokopedia | william tanuwijaya

William Tanuwijaya, co-founder dan CEO Tokopedia

“94 persen penjual di Tokopedia adalah penjual dengan skala ultra mikro, atau pengusaha dengan angka penjualan di bawah Rp100 juta setiap tahunnya,” lanjut William.

Ia pun kemudian menyampaikan komitmennya membantu para pedagang ultra mikro terus mengembangkan bisnis mereka, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak lagi wirausahawan baru lewat dukungan data dan teknologi.

Menariknya, upaya Tokopedia meningkatkan angka wirausaha sudah bisa dirasakan di berbagai daerah di Indonesia. Hingga Oktober 2019, Tokopedia mengklaim penjual mereka sudah tersebar di 96 persen kota atau kabupaten di Indonesia. 

“Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Tokopedia juga terbukti mampu meningkatkan penjualan hingga 22 persen. Beberapa daerah di luar Jawa, kenaikannya bahkan sangat signifikan,” tambah Kiki Verico, Wakil Direktur LPEM FEB UI.

Beberapa yang dimaksud Kiki seperti di;

  • Gorontalo yang tumbuh mencapai 55,09 persen,
  • Jambi 41,88 persen,
  • Sulawesi Utara 36,6 persen,
  • Kalimantan Timur 35,7 persen, dan
  • Lampung 34,27 persen,

Kiki melihat, transaksi di Tokopedia terjadi lintas wilayah di Indonesia. Hampir 90 persen transaksi yang terjadi di kawasan Indonesia Timur, berasal dari Barat (56 persen) dan Tengah (33 persen). Sedangkan transaksi yang terjadi di Indonesia Tengah, berasal dari Barat (54 persen) dan Timur (11 persen). 

Penjual aktif Tokopedia harap ciptakan 1.136 juta lapangan kerja

Pengaruh Tokopedia terhadap perekonomian Indonesia tak lepas dari jumlah lapangan kerja yang berhasil diciptakan. Menurut riset LPEM FEB UI, pada tahun 2018 lalu penjual aktif Tokopedia telah berhasil menciptakan 857 ribu lapangan kerja baru, dengan persebaran dari Aceh sampai Papua.

Artinya, Tokopedia mengambil peran sebesar 10,3 persen dari total lapangan pekerjaan baru yang muncul di Indonesia pada tahun 2018. Tak hanya itu, sebanyak 309 ribu di antaranya bahkan menjadikan Tokopedia sebagai sumber penghasilan utama.

Persebaran lapangan kerja tersebut antara lain di;

  • DKI Jakarta (207.117 lapangan kerja),
  • Jawa Barat (172.348 lapangan kerja),
  • Jawa Timur (112.488 lapangan kerja),
  • Sumatera Utara (21.746 lapangan kerja),
  • Bali (25.699 lapangan kerja),
  • Sulawesi Selatan (7.194 lapangan kerja), dan
  • Nusa Tenggara Barat (3.001 lapangan kerja).

Di tahun 2019, jumlah lapangan pekerjaan yang tercipta berkat kehadiran Tokopedia ditargetkan akan meningkat menjadi 1.136 juta.

Selain tenaga kerja, para pengusaha mikro, kecil dan menengah juga memanfaatkan Tokopedia untuk belanja barang produksi dengan harga yang lebih terjangkau. Riset yang sama menyatakan bahwa secara nasional, tiga dari sepuluh konsumen Tokopedia berbelanja untuk tujuan produksi.

Para konsumen produktif tersebut sebagian besar berada di luar Pulau Jawa. Antara lain di;

  • Bengkulu dengan persentase 54,5 persen,
  • 53,8 persen dari Sulawesi Tenggara,
  • 46,15 persen berasal dari Gorontalo,
  • 46,15 dari Nusa Tenggara Barat, dan
  • 45,45 persen dari Maluku.

Aceh, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara menjadi lima provinsi yang mengalami penurunan ongkos logistik terbesar. Sedangkan untuk peningkatan angka penjualan, secara nasional Tokopedia diperkirakan mampu meningkatkan penjualan hingga 22 persen.

Diprediksi berkontribusi 1,5 persen perekonomian Indonesia di 2019

Beberapa waktu lalu, Tokopedia membeberkan bahwa pada tahun 2018, Gross Merchandise Value (GMV) mereka berhasil menembus angka Rp73 triliun. Dari angka tersebut, LPEM FEB UI mengestimasi Tokopedia telah berkontribusi secara langsung ke perekonomian Indonesia sebesar Rp58 triliun.

dampak tokopedia | kiki verico

Kiki Verico, Wakil Direktur LPEM BEM UI, saat memaparkan hasil riset.

Sementara di tahun 2019 ini, Tokopedia menargetkan bisa meningkatkan capaian GMV hingga Rp222 triliun. Jika berhasil tercapai, itu artinya Tokopodia memberikan kontribusi sebesar Rp177 triliun untuk perekonomian Indonesia, atau sekitar 1,5 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2019.

Kiki menekankan, kontribusi ekonomi langsung dari Tokopedia ini tidak hanya terjadi di pulau Jawa saja, namun juga turut berkontribusi besar dalam menggerakan perekonomian daerah, seperti halnya di;

  • Sulawesi Utara Rp160 miliar,
  • Aceh Rp262 miliar,
  • Kalimantan Timur Rp933 miliar,
  • Sumatera Utara Rp2,79 triliun, dan
  • Bali Rp822 miliar.

Selain dampak langsung Tokopedia turut menambah total pendapatan rumah tangga nasional sebesar Rp19,02 triliun, yang setara dengan meningkatkan angka pendapatan sebesar Rp441 ribu untuk setiap angkatan kerja Indonesia.

William sendiri menegaskan komitennya untuk terus meningkatkan kontribusi Tokopedia pada ekonomi Indonesia. Ia menargetkan, dalam satu dekade mendatang pihaknya bisa berkontribusi hingga lima persen dari perekonomian nasional.

Selain itu, William juga menyatakan akan terus membantu pemerintah untuk menyukseskan program literasi dan inklusi keuangan.

Mengutip temuan dari LPEM FEB UI, ia menyatakan Tokopedia telah berhasil mengajak 53,8 persen penggunanya menggunakan produk e-wallet untuk pertama kalinya, dan sekitar 90 persen pengguna kini merasa transaksi non-tunai sudah cukup aman dan sangat efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *