Makassar, 13 Maret 2019 – Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Prof. Dr. Sri Adiningsih, M.SC beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke Makassar Digital Valley pada tanggal 13 Maret 2019. Dalam kunjungan tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan disambut oleh Senior Manager Open Innovation Management PT Telkom Indonesia, Dinoor Susatjo; Manager Incubation Management PT Telkom Indonesia, Johannes Adi Purnama Putra; Direktur Portofolio MDI, Sandy Widhyastana; Head of Incubation Program MDI, Irmansyah; Deputi Infrastruktur PT Telkom Indonesia Regional VII, Rizal Fakta Basri beserta General Manager Makassar Digital Valley, S.Aryani.

Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk menghimpun informasi perkembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif di daerah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia. Saat ini, Makassar Digital Valley merupakan pintu gerbang pengembangan ekosistem digital melalui pembinaan dan pendampingan terhadap talent dan startup.

Mengawali kunjungannya, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden melakukan kunjungan ke 10 booth startup yang mana masing-masing startup memaparkan produknya yakni Panen Mart, MallSampah, Kotak Narsis, Darah Kita, Dapur Tani, AIDU, Qerjakan, Ido, Bikinhadiah dan Pantau Santri.

Perjalanan Makassar Digital Valley berawal didirikannya DILo Makassar pada tahun 2014 , sebuah Creative Camp yang dikembangkan oleh PT Telkom Indonesia, sebagai pusat interaksi peminat dan pelaku industri kreatif digital di kota Makassar yang bertujuan menciptakan bibit-bibit Digital Preneur, yang selanjutnya siap masuk ke industri creative digital melalui program nurturing, yang dikemas menjadi tiga kategori workshop antara lain, workshop management, yang dikhususkan bagi para hustler, kemudian workshop technical bagi programmer atau hacker dan workshop desain untuk talent hipster.

“Hingga tahun 2019, DILo Makassar dan Makassar Digital Valley telah mencetak 112 startup, 930 IT talent serta 50 komunitas digital”, ujar General Manager Makassar Digital Valley, S.Aryani dalam pemaparannya seputar Makassar Digital Valley.

Selain melakukan kunjungan ke booth startup, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan startup beserta komunitas terkait isu ekonomi digital dan ekonomi kreatif di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di kota Makassar. “Diharapkan Makassar Digital Valley bisa menjadi pintu kebangkitan ekonomi digital di Kawasan Timur Indonesia”, pungkas Ketua Dewan Pertimbangan Presiden di akhir sesi kunjungan.